Berita Astronomi

Blog Ini sedang Vakum, mohon maaf atas ketidaknyamanannya :)

Awan Oort, Awan Debu Dingin Yang Menyelimuti Tata Surya

perbandingan Antara Oort Cloud, Orbit Sedna, orbit planet Eksteroir, Dan planet Interior. Image Credit : en.wikipedia.org

Awan Oort dinamai oleh astronom Belanda Jan Oort dan astronom Estonia Ernst Opik, adalah awan bola teoritis planetesimal yang didominasi es yang diyakini mengelilingi Matahari pada jarak hingga sekitar 100.000 AU (2 light years / Tahun Cahaya).

Jarak ini setara dengan setengah dari jarak ke Proxima Centauri ke Bumi.  Awan Oort diperkirakan terdiri dari dua wilayah. yakni Awan Oort luar yang berbentuk Bola dan Awan Oort bagian dalam berbentuk cakram. Benda di awan Oort yang sebagian besar terdiri dari es, seperti air, amonia, dan metana.

Awan Oort diprediksi tercipta sebagai sisa-sisa dari pembentukan Tata Surya 4,5 Milyar Tahun lalu. Awan Oort diperkirakan terbentuk akibat terlontarnya sisa-sisa pembentuk planet Gas Raksasa di Tata Surya.

Awan Oort Memiliki Trilyunan Objek yang lebih besar dari 1 Km dan Milyaran Objek lainnya yang lebih besar dari 20 Km. Massa Awan Oort sendiri diperkirakan Nyaris Sama Atau melebihi Massa Jupiter, Dengan Asumsi Massa Sekitar 380 Massa Bumi. Namun Karena prakiraan yang Terlalu besar, Maka Massa Secara Pasti Dari Awan Oort Hingga Saat Ini masih belum dipastikan.
Komet Hale-bopp merupakan salah Satu Komet yang berasal dari Awan Oort dalam. Image Credit : en.wikipedia.org

Di Awan debu dingin yang menyelimuti Tata surya Ini, tersimpan setidaknya Trilyunan Komet. Biasanya Komet dari Awan Oort Dinamakan Komet Periode Panjang. Karena Periode komet yang sangat Panjang sekitar 500-100.000 Tahun, Maka Hanya sedikit Komet yang teramati datang Dari Awan Oort.

Walaupun Di Dihuni Oleh Trilyunan Komet, Awan Oort juga memiliki Asteroid dengan Populasi yang lebih sedikit sekitar 1-2% . Ilmuan menganalisis Kandungan Komet dalam Orbit Jupiter dan menyamakannya dengan Komet Periode Panjang yang datang Dari Awan Oort. Dari Analisis tersebut, Komet tersebut sama-sama mengandung Karbon dan Nitrogen dan memiliki Isotop yang 90% sama.

Dari Analisis tersebut menunjukkan Bahwa, Komet yang berasal dari Awan Oort memang benar-benar tercipta dari awan Proto-bintang Matahari Beberapa Milyar Tahun Lalu. Bagian-bagian Lain Awan Oort adalah planet kerdil yang jumlahnya memang jauh lebih sedikit.

Astrofisika State/Oskha Liza

0 Response to "Awan Oort, Awan Debu Dingin Yang Menyelimuti Tata Surya"

Post a Comment

1. Berkomentarlah Sesuai dengan Tema
2. Komentar Tak Menyangkut SARA
3. Tidak Bermuatan Pornografi Dan Penghinaan
4. Menggunakan Bahasa Yang Jelas , Padat ,Singkat ,namun Dipahami
5. Admin Berhak Menghapus Komentar Yang melanggar Aturan
6. Tidak Spam Menggunakan Link Aktif
*Seluruh Iklan Yang ada di Blog ini Bukan Tanggung Jawab Kami

Total Pageviews